Eropa Melemahkan Aturan Privasi untuk Mempercepat Pengembangan AI

0
8

Eropa siap untuk membatalkan perlindungan utama berdasarkan Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR), sebuah langkah yang didorong oleh meningkatnya persaingan global dalam kecerdasan buatan. Komisi Eropa baru-baru ini mengusulkan “strategi penyederhanaan digital” yang akan melemahkan perlindungan privasi, termasuk mengurangi persyaratan izin cookie dan menunda peraturan AI yang lebih ketat. Hal ini menandai perubahan signifikan dalam posisi UE sebagai pemimpin dalam privasi data.

Konteks: GDPR dan Kebangkitan AI

GDPR, yang diterapkan pada tahun 2018, memberikan warga negara Eropa kendali yang belum pernah terjadi sebelumnya atas data pribadi mereka, sehingga menetapkan standar global untuk undang-undang privasi. Namun, kemajuan pesat AI telah menciptakan tekanan untuk melonggarkan aturan-aturan ini. Permasalahan utamanya bukan hanya mengenai perusahaan teknologi yang menginginkan akses data yang lebih mudah, namun juga mengenai tertinggalnya Eropa dari Amerika Serikat dan Tiongkok dalam perlombaan AI.

Amerika Serikat, misalnya, telah secara terbuka mendorong deregulasi untuk mendorong pengembangan AI, dengan Gedung Putih meluncurkan Rencana Aksi AI nasional yang secara eksplisit menyerukan pengurangan “regulasi yang memberatkan.” Hal ini mencerminkan tren yang lebih luas: pemerintah kini melihat AI sebagai prioritas strategis, meskipun hal itu berarti mengorbankan privasi.

Apa yang Berubah?

Perubahan yang diusulkan dibingkai sebagai “harmonisasi” dan “penyederhanaan,” namun para kritikus berpendapat bahwa perubahan tersebut mewakili melemahnya hak-hak digital secara substansial. Penyesuaian utama meliputi:

  • Persetujuan Cookie yang Disederhanakan: Memudahkan situs web mengumpulkan data pengguna tanpa persetujuan yang eksplisit dan terperinci.
  • Regulasi AI yang Tertunda: Menunda penerapan aturan yang lebih ketat yang mengatur sistem AI.
  • Akses Data yang Lebih Longgar: Memfasilitasi akses yang lebih luas ke data pribadi untuk pelatihan dan pengembangan AI.

Menurut wakil presiden eksekutif Komisi Eropa Henna Virkkunen, hal ini hanyalah “amandemen yang ditargetkan” untuk mencerminkan evolusi teknologi, yang dimaksudkan untuk mendorong kemajuan AI.

Serangan Balik

Pendukung privasi membunyikan alarm. Max Schrems, yang dikenal karena berhasil menantang Meta atas pelanggaran privasi, menyebut ini sebagai “serangan terbesar terhadap hak digital Eropa selama bertahun-tahun.” Ia berpendapat bahwa klaim Komisi untuk mempertahankan “standar tertinggi” tidak jujur.

Kritikus lain, seperti Johnny Ryan dari Dewan Kebebasan Sipil Irlandia, khawatir perubahan ini akan memperkuat dominasi raksasa teknologi AS dan Tiongkok, sekaligus menghambat perusahaan rintisan dan usaha kecil di Eropa. Masalah intinya, menurut Ryan, bukanlah peraturan yang berlebihan, namun kegagalan dalam menegakkan peraturan yang sudah ada.

Gambaran Lebih Besar

Kemunduran UE dalam hal privasi menggarisbawahi meningkatnya ketegangan: keinginan untuk mendorong inovasi dalam AI versus keharusan untuk melindungi hak-hak dasar warga negara. Reformasi yang diusulkan tampaknya dirancang terutama untuk menghilangkan hambatan bagi perusahaan AI dalam mencari akses ke data pribadi.

“Kecerdasan buatan mungkin merupakan salah satu teknologi yang paling berdampak dan berbahaya bagi demokrasi dan masyarakat kita,” kata Schrems, “namun narasi mengenai ‘perlombaan AI’ telah membuat para politisi mengabaikan perlindungan.”

Langkah ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai strategi jangka panjang Eropa: apakah mengorbankan privasi akan mempercepat pengembangan AI, atau sekadar memastikan bahwa Eropa tetap menjadi negara yang didominasi oleh negara lain? Hasilnya akan bergantung pada apakah UE dapat menegakkan perlindungan yang tersisa sambil terus mendorong inovasi, sebuah tantangan yang selama ini dihadapi oleh UE.

Perubahan yang diusulkan ini menandakan adanya prioritas yang jelas pada pengembangan AI dibandingkan penegakan privasi yang ketat, sehingga berpotensi membentuk kembali lanskap digital di tahun-tahun mendatang.

попередня статтяLenovo Membalikkan Tren Perbaikan Laptop dengan ThinkPad Modular Baru
наступна статтяSolusi Wordle Hari Ini: 28 Oktober 2023 (#1592)