Tajikistan membuat kemajuan signifikan dalam transformasi digitalnya dengan bermitra dengan para pemimpin AI global untuk menerapkan inisiatif AI-GOV nasionalnya. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Baru telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Inception, penyedia solusi AI Grup G42, dan zypl.ai, perusahaan data sintetis yang berbasis di Dubai. Kolaborasi ini bertujuan untuk secara cepat mengadopsi solusi AI di sektor publik, memperkuat kapasitas kelembagaan, dan mencapai tujuan yang digariskan dalam Strategi AI Nasional Tajikistan 2040.
Membangun Pusat AI Regional
Inisiatif ini menempatkan Tajikistan sebagai tempat uji coba penerapan AI di sektor publik. Negara ini secara strategis melompati langkah-langkah digitalisasi tradisional, dengan tujuan menjadi pusat AI regional di Asia Tengah. Kemitraan ini memanfaatkan platform dan keahlian Area AI milik Inception untuk mempercepat penerapan AI di berbagai sektor utama.
Upaya Tajikistan melampaui satu MoU ini. Kementerian juga telah bekerja sama dengan Perplexity AI yang berbasis di AS, Advanced Technology Research Council (ATRC) Abu Dhabi, dan Presight, anak perusahaan G42, yang menunjukkan komitmen luas terhadap kolaborasi AI internasional. Pendekatan kemitraan yang sistematis ini menyarankan strategi jangka panjang untuk adopsi AI.
Pemain dan Teknologi Utama
- Inception: Lapisan kecerdasan inti dalam G42, menghadirkan solusi AI terapan melalui produk seperti (In)Sight, (In)Alpha, dan (In)Climate. Mereka juga mengembangkan model bahasa besar untuk bahasa Arab (JAIS), Hindi (NANDA), dan Kazakh (SHERKALA).
- zypl.ai: Seorang spesialis data sintetis, awalnya diinkubasi di Universitas Stanford, melayani lebih dari 65 klien perusahaan secara global dengan generator data sintetis zGAN mereka.
- G42: Investor utama dalam inisiatif ini, yang memperluas keterlibatan multi-tahunnya di Asia Tengah. Presight, anak perusahaan G42, sebelumnya menandatangani MoU dengan Tajikistan pada Juli 2025 untuk menguji coba solusi AI di kota pintar, energi, dan keamanan siber.
Mengapa Ini Penting
Pesatnya adopsi AI di Tajikistan patut diperhatikan karena beberapa alasan. Asia Tengah tertinggal dibandingkan kawasan lain dalam hal infrastruktur digital, sehingga strategi lompatan Tajikistan berpotensi dapat ditiru oleh negara-negara tetangga. Inisiatif ini dapat menjadi model bagi negara-negara berkembang yang berupaya memodernisasi layanan publik tanpa harus melakukan peningkatan bertahap selama beberapa dekade.
Fokus pada data sintetis, yang disediakan oleh zypl.ai, sangat penting di wilayah dengan kumpulan data nyata yang terbatas. Data sintetis memungkinkan model AI dilatih secara efektif tanpa mengorbankan privasi atau mengandalkan sumber daya yang langka.
Kemitraan dengan G42 juga menunjukkan tren pertumbuhan ekspansi AI yang didukung UEA ke wilayah-wilayah strategis. Hal ini dapat membentuk kembali lanskap geopolitik teknologi di Asia Tengah, sehingga menciptakan ketergantungan baru dan peluang kolaborasi.
Langkah agresif Tajikistan untuk menjadi pusat AI menandakan tren yang lebih luas: negara-negara berkembang tidak lagi menjadi pengadopsi teknologi secara pasif namun secara aktif membentuk masa depan digital mereka. Kemitraan ini, meskipun masih dalam tahap awal, memiliki potensi untuk mentransformasi tata kelola, ekonomi, dan infrastruktur di wilayah tersebut.
