Komisi Komunikasi Federal (FCC) telah menerapkan larangan baru terhadap impor drone yang diproduksi oleh perusahaan asing, termasuk pemimpin industri DJI. Berlaku segera, keputusan ini membatasi penjualan drone baru dari produsen tersebut di Amerika Serikat, dengan alasan risiko keamanan nasional.
Arti Larangan
FCC menambahkan sistem pesawat tak berawak (UAS) dan komponen terkait ke dalam “Daftar Tercakup”, yang mengidentifikasi teknologi yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional AS. Ini tidak hanya mencakup keseluruhan drone, tetapi juga bagian penting seperti pengontrol penerbangan, sensor, kamera, dan bahkan baterai. Langkah ini mencerminkan pembatasan yang sebelumnya diterapkan pada raksasa telekomunikasi Tiongkok Huawei, yang secara efektif membatasi akses DJI ke pasar Amerika.
Mengapa penting: Keputusan ini merupakan respons langsung terhadap meningkatnya kekhawatiran mengenai keamanan data dan potensi risiko pengawasan yang terkait dengan drone buatan luar negeri. Meskipun tidak ada bukti nyata mengenai pelanggaran yang dipublikasikan, FCC berpendapat bahwa tindakan ini diperlukan untuk menjaga infrastruktur penting dan pertemuan massal. Waktunya bertepatan dengan acara penting mendatang seperti Piala Dunia FIFA 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028, di mana penyalahgunaan drone dapat menimbulkan ancaman yang signifikan.
Respons DJI dan Implikasinya yang Lebih Luas
DJI menyatakan kekecewaannya terhadap larangan tersebut, dengan alasan bahwa larangan tersebut tidak memiliki bukti dan mencerminkan kebijakan perdagangan yang proteksionis. Perusahaan ini mempertahankan komitmennya terhadap pasar AS, dan menyarankan bahwa produk-produk di masa depan mungkin akan diizinkan untuk dijual jika disetujui oleh Departemen Pertahanan dan Keamanan Dalam Negeri. Namun, pembatasan yang ada saat ini secara efektif menghentikan penjualan baru.
Pemilik lama tidak terpengaruh: Larangan ini hanya berlaku untuk impor baru, sehingga konsumen yang sudah memiliki drone DJI dapat terus menggunakannya secara legal – untuk saat ini. Instansi pemerintah telah dilarang membeli drone buatan Tiongkok selama beberapa waktu, dan peraturan baru ini memperluas pembatasan tersebut ke sektor komersial dan konsumen.
Mengapa Sekarang?
FCC telah mempertimbangkan larangan ini selama berbulan-bulan dan melakukan pemungutan suara pada bulan Oktober untuk “menutup celah” yang memungkinkan teknologi yang berpotensi berisiko masuk ke pasar AS. DJI sebelumnya meminta audit keamanan untuk membuktikan produknya tidak menimbulkan ancaman, namun audit tersebut tidak pernah terwujud.
Gambaran yang lebih besar: Langkah ini merupakan bagian dari tren yang lebih besar dalam upaya pemerintah AS untuk membatasi akses terhadap teknologi dari negara-negara yang dianggap sebagai saingan geopolitik. Larangan terhadap router TP-Link juga dipertimbangkan tetapi tidak disertakan dalam pembaruan terbaru, yang menunjukkan pendekatan terfokus pada teknologi drone saat ini.
“Pemerintah federal mengambil tindakan tambahan untuk melindungi warga Amerika dan memulihkan kedaulatan wilayah udara Amerika,” kata FCC dalam pengumumannya.
Larangan ini mempunyai dampak langsung. Model terbaru DJI, seperti Mavic 4 Pro, sudah tidak tersedia di AS, dan keputusan ini memastikan situasi tidak akan berubah. Meskipun secara konsisten berada di peringkat terbaik di kategorinya, masa depan DJI di pasar Amerika masih belum pasti.
Kesimpulannya, pelarangan drone oleh FCC mewakili peningkatan signifikan dalam upaya AS untuk mengontrol akses terhadap teknologi asing, dengan alasan keamanan nasional sebagai pembenaran utama. Apakah tindakan ini benar-benar akan meningkatkan keamanan atau sekadar menghambat persaingan masih harus dilihat, namun dampak langsungnya terhadap DJI dan industri drone tidak dapat disangkal.





















