Sony Menghentikan Penjualan Kartu SD Di Tengah Kekurangan Memori Global

0
9

Raksasa teknologi ini telah menangguhkan pesanan untuk hampir semua kartu SD, dengan alasan kekurangan komponen memori yang belum pernah terjadi sebelumnya yang disebabkan oleh pertumbuhan eksplosif di pusat data AI. Hal ini menyusul pengumuman serupa dari Western Digital pada awal tahun ini, yang menandakan krisis pasokan parah yang berdampak pada seluruh industri penyimpanan.

Akar Penyebab: Permintaan AI yang Tak Terpuaskan

Kelangkaan yang terjadi saat ini bukan hanya masalah sementara; ini adalah konsekuensi langsung dari perluasan kecerdasan buatan yang tiada henti. Pusat data AI memerlukan memori berkecepatan tinggi dalam jumlah besar, termasuk kartu SD dan hard drive, untuk menyimpan dan memproses kumpulan data besar yang diperlukan untuk pelatihan dan pengoperasian. Permintaan melonjak begitu cepat sehingga produsen kesulitan mengimbanginya.

Pernyataan Resmi Sony

Sony mengkonfirmasi penangguhan tersebut di situs Jepangnya, dengan menyatakan bahwa pasokan tidak akan mampu memenuhi permintaan kartu memori CFexpress dan kartu memori SD di masa mendatang. Pemesanan dari dealer resmi dan pelanggan langsung telah dihentikan sementara mulai tanggal 27 Maret 2026. Perusahaan tidak memberikan batas waktu untuk melanjutkan penjualan, mengingat ketidakpastian seputar pemulihan manufaktur.

Produk Mana yang Terkena Dampak?

Penghentian ini mempengaruhi hampir semua jenis kartu memori Sony, termasuk:

  • CFexpress Tipe A dan Tipe B
  • Kartu SD standar

Meskipun beberapa model kelas bawah mungkin tetap diproduksi, konsumen harus mengantisipasi terbatasnya ketersediaan secara keseluruhan. Langkah Sony menggarisbawahi betapa parahnya situasi ini, dan perusahaan tersebut secara terbuka mengakui bahwa mereka tidak mengetahui kapan produksi akan kembali normal.

Tren yang Lebih Luas: Peringatan Western Digital

Sony tidak sendirian. Pada bulan Februari, Western Digital mengumumkan bahwa mereka telah menjual habis semua hard drive untuk tahun ini dengan sisa waktu sepuluh bulan. Hal ini menunjukkan adanya masalah sistemik di sektor penyimpanan. Kedua perusahaan tersebut terbebani oleh permintaan AI, sehingga konsumen dan dunia usaha harus mencari alternatif lain.

Efek Ripple: Kenaikan Harga di Konsol PlayStation

Kekurangan memori juga menaikkan harga produk Sony lainnya. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga yang signifikan pada konsol PlayStation generasi saat ini, kemungkinan besar karena kendala pasokan yang sama. Hal ini menyoroti bagaimana krisis memori tidak hanya berdampak pada media penyimpanan, tetapi juga berdampak pada perangkat elektronik konsumen.

Penangguhan penjualan kartu SD oleh Sony dan pengumuman Western Digital sebelumnya merupakan indikator jelas bahwa kekurangan memori global masih jauh dari selesai. Pertumbuhan pusat data AI yang tiada henti membentuk kembali lanskap teknologi, membuat produsen dan konsumen harus beradaptasi dengan realitas baru berupa terbatasnya pasokan dan meningkatnya biaya.

Previous articleHakim AS Mempertanyakan Sifat Hukuman dari Larangan Pemerintah terhadap Perusahaan AI Anthropic
Next articleDegradasi Platform Digital: Kekhawatiran Global yang Berkembang