Senator Menuntut Transparansi Energi Pusat Data seiring Meningkatnya Permintaan

0
6

Senator Elizabeth Warren (D-MA) dan Josh Hawley (R-MO) bersama-sama menyerukan pelaporan wajib konsumsi energi oleh pusat data, yang menandakan meningkatnya kekhawatiran terhadap kebutuhan listrik yang meningkat pesat di industri. Upaya bipartisan ini menyoroti bagaimana pusat data menjadi titik fokus pengawasan seiring dengan percepatan pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Meningkatnya Permintaan Energi & Penggunaan Lahan

Para senator mengirim surat ke Administrasi Informasi Energi (EIA) pada hari Kamis, mendesak mereka untuk menetapkan persyaratan pelaporan tahunan untuk pusat data. Saat ini, penggunaan energi dan air secara tepat pada fasilitas-fasilitas tersebut sebagian besar masih belum diungkapkan, sehingga sulit untuk menilai dampaknya terhadap jaringan listrik nasional dan sumber daya lokal.

Kurangnya transparansi ini terjadi ketika raksasa teknologi – termasuk Amazon Web Services, Google, Meta, dan Microsoft – secara agresif mengakuisisi lahan untuk pusat data yang berfokus pada AI. Persaingan untuk mendapatkan lahan sangat ketat, dengan beberapa pemilik tanah menolak tawaran bernilai jutaan dolar untuk menghindari penjualan kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Misalnya, seorang wanita asal Kentucky dilaporkan menolak dana sebesar $26 juta karena dia menentang pembangunan pusat data di dekatnya.

Implikasi Kebijakan

Dorongan untuk transparansi bukan hanya tentang pengumpulan data. Warren dan Hawley berpendapat bahwa pelaporan EIA akan membantu pembuat kebijakan mencegah melonjaknya biaya energi bagi konsumen seiring dengan berkembangnya pusat data. BloombergNEF memperkirakan permintaan energi pusat data akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2035, yang berarti bahwa tanpa perencanaan, jaringan listrik akan kesulitan untuk mengimbanginya.

Jeda yang Lebih Luas?

Tekanan terhadap pusat data juga datang dari spektrum politik sayap kiri. Pada hari Rabu, Anggota Parlemen Alexandria Ocasio-Cortez dan Senator Bernie Sanders mengusulkan undang-undang untuk menghentikan semua pembangunan pusat data baru sampai pemerintah federal menerapkan tindakan pengamanan. Hal ini menunjukkan bahwa pembuat undang-undang dari berbagai spektrum politik mengakui perlunya mengatur industri ini sebelum menjadi tidak terkendali.

Perdebatan mengenai pusat data lebih dari sekedar penggunaan energi. Ini tentang hak atas tanah, alokasi sumber daya, dan meningkatnya ketegangan antara kemajuan teknologi dan kepentingan publik. Tanpa pengawasan yang jelas, perluasan fasilitas yang tidak terkendali dapat memberikan tekanan yang tidak semestinya pada infrastruktur dan memperburuk masalah keterjangkauan bagi masyarakat umum.

Previous articleObral Musim Semi Besar Amazon: Penawaran Teknologi Teratas yang Anda Butuhkan Saat Ini