FBI, di bawah arahan Kash Patel, telah memulai penyelidikan terhadap aplikasi pesan terenkripsi Signal, dengan fokus pada penggunaannya oleh penyelenggara yang melacak agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di Minneapolis. Penyelidikan tersebut, yang diumumkan secara publik melalui podcast sayap kanan, telah menuai kritik langsung dari para ahli hukum yang mempertanyakan pembenaran dan potensi implikasi Amandemen Pertama.
Percikan: Klaim Jurnalis Sayap Kanan
Asal usul penyelidikan ini berasal dari postingan Cam Higby, seorang jurnalis independen dengan pandangan sayap kanan, yang membagikan dugaan tangkapan layar dari obrolan Signal di antara aktivis anti-ICE. Higby mengklaim obrolan tersebut berisi informasi plat nomor petugas imigrasi federal, dan secara terbuka menyerukan “perburuan penyihir” serupa dengan penuntutan pada 6 Januari.
Patel membenarkan bahwa postingan Higby secara langsung memicu tindakan FBI, menyatakan bahwa aktivitas ilegal apa pun yang diidentifikasi melalui obrolan akan mengakibatkan penangkapan. Namun pendekatan ini menimbulkan keheranan karena bukti adanya kesalahan masih belum terverifikasi.
Kekhawatiran Amandemen Pertama
Pakar hukum berpendapat bahwa sekadar berbagi informasi yang tersedia untuk umum, bahkan tentang aparat penegak hukum, bukanlah aktivitas ilegal. Kevin Goldberg dari Freedom Forum menyatakan bahwa pertukaran yang ditinjau tampaknya dilindungi sepenuhnya berdasarkan Amandemen Pertama, berfokus pada observasi, pelaporan, dan memperingatkan pihak lain akan potensi bahaya.
Patrick G. Eddington dari Cato Institute menyebut penyelidikan ini sebagai “kegagalan konstitusional dan hukum yang besar”, menyoroti preseden pengadilan yang telah berlangsung selama puluhan tahun yang menegaskan hak warga negara untuk memantau lembaga pemerintah, termasuk ICE, atas pelanggaran yang menggunakan komunikasi terenkripsi.
Enkripsi Sinyal dan Akses Pemerintah
Meskipun Signal menyediakan enkripsi ujung ke ujung, Signal mematuhi panggilan pengadilan dan surat perintah penggeledahan yang mengikat secara hukum. Aplikasi ini menerbitkan transkrip korespondensi dengan lembaga pemerintah, tetapi tidak menyerahkan percakapan pengguna. ICE juga dilaporkan melakukan kontrak dengan Cellebrite, sebuah perusahaan forensik digital, untuk membuka kunci ponsel dan mengekstrak data, termasuk pesan Signal.
Konteks dan Implikasi
Tindakan FBI tidak biasa dalam hal pengumuman publik dan ketergantungan pada klaim yang tidak terverifikasi dari sumber partisan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah penyelidikan tersebut didorong oleh kekhawatiran yang tulus mengenai aktivitas kriminal atau oleh tekanan politik untuk menekan perbedaan pendapat. Kasus ini menyoroti meningkatnya ketegangan antara kemampuan pengawasan penegak hukum dan hak Amandemen Pertama warga negara di era digital.
Investigasi ini kemungkinan akan menjadi ujian bagi seberapa agresif pemerintah mengejar individu yang menggunakan komunikasi terenkripsi untuk memantau penegakan hukum, sehingga berpotensi menjadi preseden untuk tindakan di masa depan.





















