Aplikasi Sudah Usang: Tidak Ada CEO yang Memprediksi Kebangkitan Agen AI

0
14

CEO Nothing, Carl Pei, membayangkan perubahan radikal dalam cara kita berinteraksi dengan teknologi: penurunan aplikasi ponsel cerdas dan digantikan oleh agen AI yang mengantisipasi dan melaksanakan kebutuhan kita secara mandiri. Saat hadir di SXSW baru-baru ini, Pei berargumentasi bahwa pengalaman ponsel pintar berbasis aplikasi saat ini sudah ketinggalan zaman, mirip dengan antarmuka Palm Pilots yang kikuk beberapa dekade lalu.

Ketidakefisienan Smartphone Modern

Pei menyoroti betapa rumitnya tugas-tugas sederhana sekalipun pada ponsel pintar modern. Mendapatkan kopi, misalnya, memerlukan navigasi beberapa aplikasi – perpesanan, peta, berbagi tumpangan, dan kalender – sebuah proses yang dianggapnya sangat rumit. Masa depan, menurut Pei, terletak pada AI yang memahami maksud pengguna dan menindaklanjutinya tanpa perintah eksplisit. Daripada meluncurkan dan berinteraksi dengan aplikasi secara manual, perangkat akan “melakukannya untuk Anda”, terlebih dahulu memenuhi kebutuhan bahkan sebelum kebutuhan tersebut diumumkan.

Dari Otomatisasi Dasar hingga AI Prediktif

Evolusi akan terjadi secara bertahap. Langkah awal, yang sudah diuji oleh beberapa perusahaan, melibatkan fitur AI yang menjalankan perintah sederhana seperti memesan perjalanan. Namun, Pei menolak hal ini dan menganggapnya tidak menginspirasi. Terobosan sebenarnya akan terjadi ketika AI mempelajari perilaku pengguna dalam jangka panjang, menawarkan saran proaktif berdasarkan pemahaman mendalam.

“Sistem mengenal kita dengan sangat baik, sistem akan menghasilkan hal-hal yang kita bahkan tidak [tahu] kita inginkan,” jelas Pei, menyamakan fungsi memori di ChatGPT.

Hal ini menyiratkan peralihan dari teknologi reaktif ke sistem antisipatif yang tidak hanya merespons perintah namun juga mengantisipasi dan memenuhi keinginan tak terucapkan.

Antarmuka Masa Depan

Pei menekankan bahwa transisi ini memerlukan antarmuka baru – tidak dirancang untuk navigasi manusia, namun dioptimalkan untuk agen AI. Sistem berbasis aplikasi saat ini memaksa AI untuk meniru interaksi manusia (menu, ketukan, pengguliran), yang dianggapnya tidak berkelanjutan. Antarmuka masa depan akan berpusat pada agen, memungkinkan eksekusi tanpa hambatan seperti yang terjadi pada manusia.

Meskipun mengakui bahwa aplikasi tidak akan hilang dalam semalam (Tidak ada aplikasi yang mendukung aplikasi mini melalui sistem operasinya), Pei menegaskan bahwa perjalanan jangka panjang mengarah ke paradigma tanpa aplikasi di mana AI bertindak sebagai perantara yang tidak terlihat dan proaktif antara pengguna dan dunia digital. Era penjelajahan toko aplikasi secara manual akan segera berakhir.

Visi ini bukan sekedar prediksi teknologi; ini adalah restrukturisasi mendasar dalam cara kita menggunakan teknologi. Jika penilaian Pei benar, perangkat generasi berikutnya akan beroperasi berdasarkan prinsip eksekusi yang lancar, bukan interaksi yang disengaja.