Taman Disney Merangkul Pencetakan 3D: Kano Baru untuk Pelayaran Hutan

0
19

Disneyland diam-diam telah mengintegrasikan alat peraga cetak 3D ke dalam wahana Jungle Cruise yang ikonik, menandai perubahan signifikan menuju fabrikasi yang lebih cepat dan fleksibel dalam desain taman hiburan. Kano baru ini, yang merupakan bagian dari elemen pemandangan dalam wahana, mewakili langkah pertama dalam adopsi pencetakan 3D skala industri yang lebih luas oleh Disney untuk menyederhanakan produksi prop dan set piece.

Bangkitnya Industri Pencetakan 3D

Selama bertahun-tahun, pencetakan 3D telah menjadi alat penghobi. Namun kini, bengkel industri mampu memproduksi barang dalam skala yang tidak terbayangkan sebelumnya. Haddy, sebuah perusahaan percetakan 3D yang berbasis di Florida, bermitra dengan Walt Disney Imagineering untuk memasang kano di antrean Jungle Cruise. Menurut CEO Haddy Jay Rogers, ini hanyalah permulaan.

“Kita bisa membangun dunia,” kata Rogers pada Disney Demo Day di Burbank, California, yang menandakan era baru pembuatan alat peraga berdasarkan permintaan.

Cara Kerja: Dari Desain hingga Realitas

Prosesnya dimulai dengan file digital—baik untuk mainan kecil atau perahu berukuran penuh. Printer 3D skala besar menggunakan pelet atau resin cair untuk membuat objek lapis demi lapis, menawarkan kebebasan desain yang belum pernah ada sebelumnya. Disney Imagineering memindai perahu yang ada dari tahun 1960-an untuk memastikan keakuratan dimensi sebelum membuat model dan mencetak versi baru.

Chris Hill, seorang associate R&D Imagineer, menjelaskan, “Kami memiliki perahu tua, dan kami melakukan pemindaian 3D untuk mendapatkan dimensinya…Untuk bagian kreatifnya, kami memiliki foto perahu tersebut dari tahun 1960an, dan dengan menggunakan dimensi dari pemindaian 3D, saya membuat model perahu baru, yang kemudian kami gunakan untuk mencetak perahu tersebut secara 3D.”

Kecepatan dan Efisiensi: Sebuah Game Changer untuk Pengembangan Taman Hiburan

Pembuatan alat peraga tradisional dapat memakan waktu ratusan jam dan melibatkan beberapa kali pengulangan pembuatan cetakan. Haddy mengklaim akan menguranginya menjadi 70 jam robot. Kecepatan ini sangat penting, karena Disney berupaya melakukan perubahan desain dengan cepat dan merespons perubahan kebutuhan taman.

Nick Blackburn, eksekutif operasi bisnis teknis Disney, menekankan nilai strategis: “Proyek ini saat ini adalah proyek perdana yang sedang kami kerjakan untuk menunjukkan bahwa kami dapat menggunakan fabrikasi canggih, manufaktur robotik, dan material baru untuk menghidupkan taman dengan lebih cepat dan efektif.”

Beyond the Canoe: Aplikasi Masa Depan

Ambisi Disney melampaui Jungle Cruise. Perusahaan ini sedang menjajaki pencetakan 3D untuk atraksi lainnya, termasuk elemen untuk wahana Monsters, Inc. mendatang di Walt Disney World dan bahkan furnitur untuk kamar hotel. Potensi penghematan biaya dan pembuatan prototipe yang cepat menjadikannya peluang yang sangat menarik untuk ekspansi.

Michael Hundgen, produser kreatif di Walt Disney Imagineering, berkata, “Kami tidak hanya menciptakan teknologi demi teknologi; kami melakukannya untuk membantu tim kreatif kami menghidupkan kisah-kisah dari perusahaan.”

Integrasi pencetakan 3D ke dalam operasional Disney menandai titik balik dalam pembangunan taman hiburan. Dengan memanfaatkan otomatisasi dan pembuatan prototipe cepat, Disney memposisikan dirinya untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi proses kreatifnya, memastikan bahwa keajaiban terus berkembang dengan kecepatan yang semakin cepat.