CES 2026: Kritikus Menyebutkan Produk Teknologi Terburuk Tahun Ini

0
21

Kelompok advokasi konsumen mengecam beberapa produk yang diperkenalkan pada Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, menyoroti apa yang mereka anggap sebagai teknologi yang boros, invasif, dan tidak berkelanjutan. Kontes tahunan “Pertunjukan Terburuk”, yang dinilai oleh organisasi seperti Consumer Reports, Back Market, dan iFixit, bertujuan untuk menyoroti produk yang memprioritaskan fitur yang tidak diperlukan dibandingkan fungsionalitas dan kemampuan perbaikan.

Bangkitnya Gadget yang Direkayasa Secara Berlebihan

Penghargaan tahun ini mencerminkan tren yang berkembang: menjamurnya perangkat berbasis AI yang seringkali mempersulit tugas sehari-hari tanpa memberikan nilai yang sebenarnya. Para juri memilih bencana teknologi yang paling direkayasa secara berlebihan, tidak dapat diperbaiki, dan tidak berkelanjutan di acara tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah konsumen disesatkan oleh fitur-fitur “pintar” yang berlebihan.

Kulkas AI Samsung: Studi Kasus dalam Kompleksitas yang Tidak Perlu

Yang menduduki peringkat teratas adalah Samsung’s Bespoke AI Family Hub, sebuah lemari es yang terhubung ke internet dengan pintu yang dapat diaktifkan dengan suara. Kritikus berpendapat bahwa menambahkan AI ke perangkat dasar akan menimbulkan titik kegagalan yang tidak perlu, masalah privasi (iklan bawaan), dan masalah kegunaan.

“Satu-satunya hal yang harus dilakukan lemari es adalah menjaga suhu tetap dingin,” kata Gordon-Byrne dari organisasi Hak untuk Memperbaiki, menekankan absurditas dari membuat perangkat sederhana menjadi terlalu rumit.

Kontrol suara pada lemari es tidak berfungsi di lingkungan yang bising, dan penggunaan kamera meningkatkan kekhawatiran pengawasan. Elizabeth Chamberlain dari iFixit menunjukkan bahwa “kebanyakan orang tidak meminta pembukaan pintu lemari es dengan kontrol suara,” yang menggarisbawahi kesenjangan antara kebutuhan konsumen dan inovasi produsen.

Amazon Ring: Kekhawatiran Pengawasan Meningkat

Sistem bel pintu Amazon yang berdering juga masuk dalam daftar, dikritik karena fitur pengawasan bertenaga AI yang semakin invasif, termasuk pengenalan wajah. Electronic Frontier Foundation (EFF) memperingatkan bahwa semakin banyaknya alat yang tersedia berisiko menjadi sangat mengganggu, tidak hanya bagi pengguna Ring tetapi juga bagi seluruh lingkungan.

“Kamera tetangga Anda mungkin mengetahui siapa Anda dan mengetahui kapan Anda akan pulang,” jelas Chamberlain, menyoroti potensi pelacakan dan pengumpulan data secara luas.

Teknologi Sekali Pakai: Bencana Bintang Lollipop

Kontes ini juga memilih Lollipop Star, sebuah lolipop elektronik dengan teknologi konduksi tulang. Perangkat ini memenangkan penghargaan Dampak Lingkungan karena desainnya yang tidak ramah lingkungan: baterai sekali pakai yang hanya bertahan satu jam, plastik sekali pakai, dan barang elektronik yang tidak diperlukan.

“Ada dua baterai di dalamnya, sebuah speaker, sebuah papan kecil. Banyak sekali peralatan elektronik yang hanya bisa bertahan selama satu jam,” Chamberlain mengamati, menunjukkan betapa borosnya produk tersebut.

Gerakan yang Bertumbuh untuk Perbaikan dan Keberlanjutan

Kontes Pertunjukan Terburuk, yang diadakan setidaknya sejak tahun 2023, berfungsi sebagai tandingan terhadap penggunaan teknologi baru oleh CES yang sering kali tidak kritis. Dengan menyebut produk-produk yang melanggar privasi, keamanan, keberlanjutan, dan kemampuan perbaikan, para juri berharap dapat mendorong produsen untuk memprioritaskan kebutuhan konsumen dibandingkan fitur-fitur yang mencolok. Kontes ini independen dari Consumer Technology Association (CTA) yang menyelenggarakan CES, sehingga memastikan kritik tidak memihak.

Trennya jelas: seiring dengan semakin maraknya AI, kebutuhan akan evaluasi kritis juga meningkat. Konsumen harus mempertanyakan apakah inovasi benar-benar bermanfaat bagi mereka atau hanya menambah kompleksitas dan pemborosan dalam kehidupan sehari-hari.