Konflik Timur Tengah Mengancam Perlambatan Perdagangan Global, WTO Memperingatkan

0
19

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah memperingatkan bahwa meningkatnya konflik di Timur Tengah dapat secara signifikan menekan perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi, dengan kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasokan yang dapat menimbulkan risiko langsung. Peringatan ini muncul ketika WTO memperkirakan pertumbuhan perdagangan akan melemah di tahun-tahun mendatang, namun situasi di Timur Tengah menambah lapisan ketidakpastian baru.

Proyeksi Perlambatan Perdagangan

WTO kini memperkirakan bahwa perdagangan barang global hanya akan tumbuh sebesar 1,9% pada tahun 2026, sebuah perlambatan tajam dari perkiraan pertumbuhan sebesar 4,6% pada tahun 2025. Perlambatan ini sudah diperkirakan karena faktor-faktor seperti dampak tarif yang diterapkan oleh Presiden Trump dan potensi berkurangnya permintaan terhadap chip kecerdasan buatan (AI) kelas atas. Namun, konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dapat menurunkan pertumbuhan perdagangan sebesar 0,5 poin persentase jika harga minyak dan gas tetap tinggi.

Harga Energi sebagai Faktor Risiko Utama

Kekhawatiran utama berpusat pada harga energi yang tinggi dan berkelanjutan. Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, menekankan bahwa kenaikan biaya energi yang berkepanjangan akan meningkatkan risiko perdagangan global, yang berpotensi menyebabkan kerawanan pangan dan meningkatkan tekanan finansial pada konsumen dan dunia usaha di seluruh dunia.

Situasi ini sangat berbahaya karena perdagangan global telah menunjukkan ketahanan di bidang-bidang lain, dengan memanfaatkan kuatnya permintaan terkait AI dan relatif tidak adanya tarif balasan sebagai respons terhadap pembatasan perdagangan yang terjadi sebelumnya. Namun konflik Timur Tengah menimbulkan variabel baru dengan konsekuensi yang luas.

Potensi Keuntungan dan Ketidakpastian

WTO mencatat bahwa penyelesaian konflik yang cepat dan belanja besar-besaran yang berkelanjutan untuk AI dapat meningkatkan prospek perdagangan. Namun, risiko eskalasi ini nyata dan dampak ekonomi akibat ketidakstabilan yang berkepanjangan bisa sangat parah.

Peringatan WTO menggarisbawahi keterkaitan perekonomian global, dimana konflik regional dapat dengan cepat berdampak pada hambatan perdagangan dan pertumbuhan yang lebih luas. Ketergantungan pada pasokan energi Timur Tengah menjadikan kawasan ini sebagai titik kritis bagi stabilitas ekonomi global.

Laporan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa ketegangan geopolitik dapat mengganggu tren perekonomian yang paling tangguh sekalipun.