Apple Bermitra dengan Google untuk Menghidupkan Kembali Siri dan Bersaing dalam AI

0
11

Apple beralih ke teknologi Gemini AI dari Google untuk memperbarui asisten virtual Siri yang tertinggal dan mempercepat peluncuran fitur kecerdasan buatan di seluruh produknya. Langkah ini menggarisbawahi perjuangan Apple untuk mengimbangi pesaingnya seperti Google dan Samsung dalam lanskap AI yang berkembang pesat.

Kejar-kejaran AI Apple

Selama bertahun-tahun, Apple tertinggal dalam pengembangan AI, dengan banyak fitur yang dijanjikan tertunda. Perusahaan mengumumkan perombakan besar-besaran Siri dan kemampuan AI baru untuk tahun 2024 tetapi kemudian menunda rilisnya kembali ke tahun 2026, karena menyadari kemajuannya yang lambat. Sementara itu, pesaing sudah mengintegrasikan AI ke dalam perangkat mereka.

Google bahkan memanfaatkan kekurangan Apple, secara halus mengejek kekurangan AI iPhone dalam iklan ponsel Pixel-nya. Kemitraan dengan Google memungkinkan Apple mengakses teknologi Gemini yang mutakhir, sebuah langkah yang secara signifikan dapat meningkatkan kinerja dan fleksibilitas Siri.

Pengaruh Google yang Meningkat

Kesepakatan ini merupakan kemenangan besar bagi Google karena memvalidasi kepemimpinan AI-nya. Gemini terus diintegrasikan ke dalam Google Penelusuran dan Gmail, meningkatkan persaingan dengan ChatGPT OpenAI, yang sudah memiliki kemitraan dengan Apple. Kolaborasi ini semakin memperkuat posisi Google dalam perlombaan AI.

Pergeseran Nilai Pasar

Kemajuan AI Google telah mendorong perusahaan induknya, Alphabet Inc., melampaui Apple dalam penilaian pasar, dan sempat mencapai angka $4 triliun. Meskipun Apple tetap menjadi pesaing yang ketat, Apple telah kehilangan gelar yang telah lama dipegangnya sebagai perusahaan paling berharga di dunia. Nvidia, pembuat chip AI terkemuka, juga melampaui angka $4 triliun tahun lalu, menyoroti semakin pentingnya AI dalam industri teknologi.

Dampak Peraturan

Keberhasilan Alphabet baru-baru ini sebagian disebabkan oleh keputusan yang menguntungkan dalam kasus antimonopoli yang diajukan oleh pemerintah AS. Meskipun dicap sebagai monopoli ilegal, Google menerima apa yang dipandang investor sebagai hasil yang lunak, yang menyebabkan lonjakan harga saham sebesar 57% dan menambah kekayaan pemegang saham sebesar $1,4 triliun. Keputusan ini juga mempertahankan kesepakatan pencarian Google yang menguntungkan dengan Apple, di mana Apple menerima lebih dari $20 miliar per tahun untuk menjadikan Google sebagai mesin pencari defaultnya.

Kesimpulan: Kemitraan Apple dengan Google merupakan pengakuan jelas bahwa mereka memerlukan bantuan dari luar untuk mengejar ketertinggalan dalam AI. Kesepakatan ini kemungkinan akan mempercepat pengembangan AI pada iPhone dan juga memperkuat posisi Google sebagai kekuatan dominan di bidangnya, membentuk kembali lanskap teknologi dan menggeser dominasi pasar.

попередня статтяMonitor Odyssey Neo G9 57-Inci Samsung Sekarang Diskon $800 di Amazon
наступна статтяMalaysia Menuntut X dan xAI Atas Konten Berbahaya yang Dihasilkan AI