Apple Akan Memperkenalkan Iklan di Maps pada Awal Tahun Depan

0
14

Apple berencana untuk mengintegrasikan iklan ke dalam aplikasi Maps-nya, kemungkinan pada tahun 2024, menurut laporan terbaru dari Mark Gurman dari Bloomberg. Langkah ini sejalan dengan strategi Apple yang lebih luas dalam memonetisasi layanannya melalui iklan, sebuah tren yang sudah terlihat di aplikasi seperti Apple Music, TV, dan News.

Cara Kerja Iklan

Penerapan yang paling mungkin akan melibatkan daftar sponsor dalam hasil pencarian Maps. Bisnis dapat membayar agar lokasi atau layanan mereka disorot ketika pengguna menelusuri opsi terdekat. Ini berbeda dengan format iklan yang mengganggu seperti pop-up, namun tetap menunjukkan perubahan dalam pengalaman pengguna.

Mengapa Sekarang?

Langkah Apple untuk memperkenalkan iklan di Maps mengikuti pola yang serupa dengan Google, yang telah menayangkan iklan dalam aplikasi Maps-nya selama lebih dari satu dekade. Keputusan tersebut kemungkinan besar berasal dari dua faktor utama:

  • Diversifikasi Pendapatan: Apple secara aktif mencari sumber pendapatan baru di luar penjualan perangkat keras. Periklanan menyediakan sumber pendapatan yang dapat diprediksi dan terukur.
  • Tekanan Kompetitif: Dominasi Google dalam iklan penelusuran seluler dan peta memberi tekanan pada Apple untuk bersaing. Mengintegrasikan iklan ke dalam Maps memungkinkan Apple memperoleh pangsa pasar yang menguntungkan ini.

Potensi Serangan Balik

Meskipun Apple telah memperkenalkan iklan ke beberapa layanannya, langkah untuk menambahkannya ke Maps mungkin menghadapi penolakan pengguna. Beberapa pengguna Apple menghargai pengalaman aplikasi bebas iklan dan mungkin bereaksi negatif terhadap daftar sponsor. Hal ini sangat relevan mengingat meningkatnya rasa frustrasi terhadap promosi di aplikasi Apple lainnya.

Apple tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai masalah ini.

Kesimpulannya, pengenalan iklan oleh Apple ke Maps mewakili upaya strategis untuk meningkatkan pendapatan iklannya, yang mencerminkan taktik yang sudah diterapkan oleh Google. Namun, perubahan ini mungkin berisiko mengasingkan pengguna yang lebih menyukai pengalaman bebas iklan, sehingga menyoroti keseimbangan antara monetisasi dan kepuasan pengguna.

Previous articlePeluncuran Robotaxi Tesla di Austin: Melihat Lebih Dekat